About my Blog

But I must explain to you how all this mistaken idea of denouncing pleasure and praising pain was born and I will give you a complete account of the system, and expound the actual teachings of the great explorer of the truth, the master-builder of human happiness. No one rejects, dislikes, or avoids pleasure itself, because it is pleasure, but because those who do not know how to pursue pleasure rationally encounter consequences that are extremely painful. Nor again is there anyone who loves or pursues or desires to obtain pain

Senin, 24 Desember 2012

Aku Tanpamu Butiran Debu

Tidak ada yang tahu apa yang Tuhan mau…

Bahkan saat Dia mempertemukan aku dan kamu…
Kini kau datang merubah segalanya…
Ketika cahaya hidupku meredup, ketika sungai dalam diriku mulai mengering…
Ketika aku berada dalam kegelapan dan dinginnya malam…
Kau datang dengan sejuta kehidupan dan sejuta cahaya…
Kau mampu membuat jantungku berdetak kembali…
Kini aku mulai merasakan detak-detak itu…
Entah apa yang terjadi dalam diriku…
Namun kau selalu ada dalam pikiranku…
Aku berusaha tak acuh dengan perasaan ini…
Namun semakin ku mencoba untuk melupakan, semakin kau mengganggu sel-sel otakku…
Merusak semua sel di dalam hatiku…
Kau seperti mencampur potasium dan sulfur didalam hatiku…
Mengalirkan racun dalam darahku…
Namun sayang, kau hanyalah teroris bodoh!
Kau adalah pencuri bodoh! Yang pandai mencuri dan entah akan kau apakan barang curianmu itu…
Kembalikan hatiku!
Aku disini menunggu… menunggu kepastian yang entah kapan kau bicara padaku…
Entah apa, aku sulit berpaling darimu…
kau meluapkan segala rasamu, aku semakin sulit berpaling…
siapa aku dimatamu?
Hingga kau yang tiba-tiba ,menghilang, lalu muncul scr tbtb tanpa kejelasan
Aku disini sendiri menantimu…
Kau tahu?
Tanpamu aku takkan setegar ini…
Kau tahu? Cintaku adalah perjuangan dan pertandingan hidupku…
Tanpamu aku tak berarti..
Karna hanya kamu yang mampu membuat detak jantung ini berdegup kembali…
Mungkin, jantung ini akan terus berdetak, selama jantungmu masih berdetak…
Karna aku yakin, kau separuh aku…
Karna aku tanpamu butiran debu…

Nisa Chandra

Rabu, 24 Oktober 2012

Tuhan Tidak Pernah Meninggalkan Aku


Aku pernah denger seseorang berkata ‘aku ngga pernah nyakitin seseorang yang aku sayang”. Menurut aku itu ngga mungkin  :)
Setiap manusia pasti peernah menyakiti ataupun disakiti, sekalipun itu sama keluarganya sendiri bahkan orang terdekatnya.
Setiap manusia itu pernah dibuat menangis, sekalipun itu sama keluarganya sendiri bahkan orang terdekatnya.
Dunia ini ngga ada yang sempurna kok. Yang aku tahu Tuhan itu Maha Adil. Tuhan menciptakan suka juga duka. Menciptakan baik juga buruk. Menciptakan pertemuan juga perpisahan. Tanpa itu semua mungkin dunia ini ngga berwarna. Mungkin yang ada hanya abu-abu. Mungkin yang ada hanya gurun pasir tanpa air. Sama seperti hidupku. Seperti gurun pasir tanpa air. Sama seperti mesir tanpa sungai Nil. Semua abu-abu.
Kadang aku ngerasa aku udah ngga kuat, tapi aku harus bilang “AKU KUAT”. Kadang aku ngerasa udah ngga sanggup lagi, tapi aku harus bilang “AKU SANGGUP”. Kadang aku merasa sangat lelah, tapi aku harus bilang “AKU BISA, AKU NGGA BOLEH LEMAH”. Sama seperti kata Bunda, aku harus kuat. Semua aku lakuin buat hidup aku. Buat Bunda. Keluarga. Sahabat. Dan buat mereka yang aku sayang. Tuhan, tapi aku sebatas manusia biasa. Sama seperti butiran-butiran debu.
Kadang aku ngerasa dunia ini ngga adil. Kenapa aku berada ditempat seramai ini? Tapi aku kesepian. Kenapa aku ditempat seterang ini? Tapi aku kegelapan. Tapi cepat aku mengingat akan keadilan-Mu Tuhan. Kaulah Sang Pencerah. Tanpa-Mu aku tidaklah kuat. Karna-Mu aku slalu bersyukur saat ini dan seterusnya.
Tuhan, tapi aku yakin, Kau tidak akan pernah meninggalkan aku. Sekalipun aku sendiri. Aku yakin, Kau akan mengirimkan malaikat-Mu untuk menjagaku. Untuk menemani  aku. Aku yakin bahwa Kau takkan tega membiarkan aku sendirian.
Seandainya dunia ini ngga ada warna abu-abu, aku ingin warnai dunia dengan merah, kuning, hijau, biru tanpa sedikitpun warna abu-abu.
Seandainya aku dapat terlahir kembali, aku ingin hidup didalam kedamaian.
Seandainya aku dapat terlahir kembali, aku ingin hidup diantara orang-orang yang mau mendengar atau tidak mendengar tetapi mengerti.
Karna sakit itu adalah, ketika kita mengungkapkan apa yang kita rasakan kepada mereka. Dan mereka hanya bisa mendengar, tapi mereka tak mengerti apa yang kita ungkapkan.
Seandainya aku dapat terlahir kembali, aku ingin memberi warna disetiap sudut kehidupan.
Satu jam saja, aku ingin merasakan udara yang segar. Tapi kehidupan manusia ini tidaklah ada satu jam. Siapapun itu.
Kita, manusia biasa. Ya.. itulah kita..
Suka duka pasti kita lewati. Pedih. Sakit. Canda. Tawa. Ngga ada yang tersisa. Semua pasti kita rasakan.
Kita hidup dengan satu jantung. Dua paru. Satu otak. Dan satu HATI.
Menghargai hidup memang tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Tapi, menghargai satu kali detak jantungmu itu sama dengan menghargai 100 tahun hidupmu :’)



“Saat aku menyentuh alam ciptaan-Nya. Saat aku mendapatkan udara segar. Di alam terbuka. Alam lepas. Alamnya yang hijau. Lautnya yang biru. Pantainya yang indah. Disini aku menemukan kedamaian tersendiri.
Indah. Tenang. Damai. Dekat dengan Tuhan..”

Nisa Chandra