Sudah setahun aku berdiri dengan kondisi yang berbeda. Sudah setahun yang lalu luka itu, yang kini sudah tertutup. Hanya saja bekasnya masih ada. Luka apa? Luka luar dan dalam tentunya. Luka yang kini sudah terobati. Sudah setahun aku berdiri dengan kaki ku yang juga sudah berbeda. Sudah setahun yang lalu pula, hal terburuk dalam hidupku terjadi.
Aku bersyukur
masih bisa beridiri dengan kakiku sendiri. Aku bersyukur, walau telah berbeda
kondisinya aku masih mampu berdiri kuat. Setelah tragedi setahun silam, yang
mengerikan itu. Tragedi yang hampir saja membunuhku, tragedi yang telah
menyebabkan aku kehilangan banyak hal. Dengan dihantui rasa ketakutan pula.
Namun,
semenjak itu aku jadi tau mana arti sebuah kasih sayang dan ketulusan. Aku jadi
tau artinya sebuah kesetiaan. Aku jadi tau arti dari hidup. Ketika aku
kehilangan banyak hal, ketika aku tak mampu berdiri dengan kaki ku sendiri
setahun lalu. Aku jadi tau artinya hidup, aku menjadi sadar akan perjuangan. Dan
aku tau, Tuhan telah menunjukkan aku sebuah kebenaran dan kebaikan. Tuhan telah
menunjukkan kuasa-Nya padaku. Tuhan menunjukkan padaku siapa saja orang-orang
yang tak baik padaku, orang-orang yang tak pantas aku kasihi. Tuhan menunjukkan
segalanya padaku.
Sudah setahun
aku berada pada tumpuan yang tak sekokoh dahulu. Aku yakin, itu sebabnya, saat
ini Tuhan telah mengirimkan seseorang padaku untuk membantuku menopang, bangkit
dan berjalan, bahkan berlari. Karena saat aku tidak kuat, dialah yang
menguatkan aku.
Dan hidupku
yang baru pun dimulai. Semoga ini menjadi lebih indah, dan yang terbaik untuk
selamanya. Dan semoga tidak akan banyak semoga. Karena aku tidak ingin semua
ini hanya sebuah semoga. Ya, dan aku yakin Tuhan telah menuliskan takdirku. Jalanku
menuju sebuah kebenaran.
Alhamdulillah.. big thanks to Allah…
NISA



