About my Blog

But I must explain to you how all this mistaken idea of denouncing pleasure and praising pain was born and I will give you a complete account of the system, and expound the actual teachings of the great explorer of the truth, the master-builder of human happiness. No one rejects, dislikes, or avoids pleasure itself, because it is pleasure, but because those who do not know how to pursue pleasure rationally encounter consequences that are extremely painful. Nor again is there anyone who loves or pursues or desires to obtain pain

Sabtu, 26 Desember 2015

FROM WHERE I STAND


Sudah setahun aku berdiri dengan kondisi yang berbeda. Sudah setahun yang lalu luka itu, yang kini sudah tertutup. Hanya saja bekasnya masih ada. Luka apa? Luka luar dan dalam tentunya. Luka yang kini sudah terobati. Sudah setahun aku berdiri dengan kaki ku yang juga sudah berbeda. Sudah setahun yang lalu pula, hal terburuk dalam hidupku terjadi. 
Aku bersyukur masih bisa beridiri dengan kakiku sendiri. Aku bersyukur, walau telah berbeda kondisinya aku masih mampu berdiri kuat. Setelah tragedi setahun silam, yang mengerikan itu. Tragedi yang hampir saja membunuhku, tragedi yang telah menyebabkan aku kehilangan banyak hal. Dengan dihantui rasa ketakutan pula. 
Namun, semenjak itu aku jadi tau mana arti sebuah kasih sayang dan ketulusan. Aku jadi tau artinya sebuah kesetiaan. Aku jadi tau arti dari hidup. Ketika aku kehilangan banyak hal, ketika aku tak mampu berdiri dengan kaki ku sendiri setahun lalu. Aku jadi tau artinya hidup, aku menjadi sadar akan perjuangan. Dan aku tau, Tuhan telah menunjukkan aku sebuah kebenaran dan kebaikan. Tuhan telah menunjukkan kuasa-Nya padaku. Tuhan menunjukkan padaku siapa saja orang-orang yang tak baik padaku, orang-orang yang tak pantas aku kasihi. Tuhan menunjukkan segalanya padaku.
Sudah setahun aku berada pada tumpuan yang tak sekokoh dahulu. Aku yakin, itu sebabnya, saat ini Tuhan telah mengirimkan seseorang padaku untuk membantuku menopang, bangkit dan berjalan, bahkan berlari. Karena saat aku tidak kuat, dialah yang menguatkan aku.
Dan hidupku yang baru pun dimulai. Semoga ini menjadi lebih indah, dan yang terbaik untuk selamanya. Dan semoga tidak akan banyak semoga. Karena aku tidak ingin semua ini hanya sebuah semoga. Ya, dan aku yakin Tuhan telah menuliskan takdirku. Jalanku menuju sebuah kebenaran.
Alhamdulillah.. big thanks to Allah…

NISA

0 komentar:

Posting Komentar