About my Blog

But I must explain to you how all this mistaken idea of denouncing pleasure and praising pain was born and I will give you a complete account of the system, and expound the actual teachings of the great explorer of the truth, the master-builder of human happiness. No one rejects, dislikes, or avoids pleasure itself, because it is pleasure, but because those who do not know how to pursue pleasure rationally encounter consequences that are extremely painful. Nor again is there anyone who loves or pursues or desires to obtain pain

Minggu, 23 Agustus 2015

Sometimes, Life Is a Choice



“kuliah? Kerja? Atau… event organizer? kesana kemari, skill oke, dapet duit banyak tapi badan ngga karuan.”

Hidup itu adalah sebuah pilihan. Kamu ingin menjadi orang baik atau orang yangtidak baik. Kamu ingin menjadi sukses atau tetap hidup yang itu-itu saja. Ingin menjadi professor atau dokter. Ingin menjadi manajer atau petani. Ingin bekerja atau tidak. Ingin menjadi wanita karir atau ibu rumah tangga. Ingin menjadi penyanyi atau actor. Apapun itu, semua adalah pilihan. Bukan begitu? 
by my heart, I saw, I felt

Well done! Kali ini sedikit serius disini, aku mau cerita sebagian hidup aku yang udah membawa aku hijrah melakukan banyak hal. Finally, akhirnya aku sadar bahwa aku memilih melanjutkan study ku dengan baik-baik saja. Sebelumnya, aku mahasiswa fakultas ekonomi disalah satu universitas negeri di kota Jogja. Anak yang ngga pernah suka belajar ekonomi sama sekali yang pada akhirnya memang harus mendarat di fakultas ekonomi. Benci ekonomi? Enggak kok, cuma emang ngga suka aja sama itung-itungan. Sebenernya aku lebih suka jalan-jalan, belajar kebudayaan dan bahasa juga sastra, mencintai setiap kesenian, mendarah daging sama yang namanya musik. Yah tapi mungkin memang sudah takdirnya aku ada disini. Sudah jalannya aku berada disini, mungkin ini jalan yang terbaik untuk aku mencapai kesuksesanku, yah semoga saja.. amiiiiin……

Awal kuliah aku memang ngga begitu fokus sama kuliah, udah keasikan banget sama yang namanya EVENT. Seneng bisa bikin event sendiri, kenal orang sana sini. Kenal orang-orang hebat, punya link kerja sana sini. Menjelajah dunia yang berbeda-beda, dan pada akhirnya aku bisa mengenal berbagai macam dunianya setiap orang. Nge-event, bisa dapetin duit banyak, bergelimang duit yang ngga tau pada akhirnya kemana. Tapi lama-kelamaan badan bisa hancur kalau terus begitu. Sudah hancur, jarang pula ketemu sahabat-sahabat, keluarga dan orang-orang terdekat. Seketika ketika bener-bener lagi ngga ada kesibukan kerasa banget sepinya. Kenal orang dimana-mana, duit banyak, tapi ngga sebahagia ketika bisa berkumpul sama sahabat-sahabat dan orang-orang terdekat. Tapi tetap saja aku terus jalani hidup seperti itu, sampai pada akhirnya Tuhan benar-benar memberi peringatan keras untuk aku. Dan kali ini aku sadar, bahagia, hidup, itu tidak melulu tentang uang, tidak selalu tentang pamor yang melejit, tidak selalu ada di puncak. Bahagia itu sederhana, sesederhana aku bisa berkumpul dengan orang-orang tersayang dan terdekat.

Banyak yang sudah dilewati. Dan sejak itu, kuliah yang udah naik turun dan kehilangan seorang sahabat membuat aku sadar, hidup tidak selalu harus menyibukan diri untuk menutupi masalah, tidak melulu tentang memforsir diri untuk sebuah pelarian sebuah masalah. Tapi semua itu untuk belajar. Belajar bagaimana kita memanajemen waktu, uang, dan banyak sekali hal yang harus ditata rapi. Hidup misalnya.
Sejak saat itu aku mulai sadar tentang kuliah, tentang kebersamaan, tentang hubungan, bahkan tentang kesehatan diri sendiri. Dan mulai saat itu akhirnya aku telah memilih. Aku memilih untuk melanjutkan studi kuliahku dengan baik-baik saja dan memperbaiki nilai-nilai yang sudah anjlok karena ketidak-fokus-an ku saat awal-awal kuliah. Sejak ibuku memperlihatkan bermacam-macam ‘behind the scane’ kesuksesan dan kegagalan seseorang, juga sejak akhirnya aku bertemu dengan seseorang. Kali ini mereka berdua benar-benar mampu menyadarkan aku, untuk studiku, untuk aku, dan untuk masa depan ku. Hijrah hidupku menguatkan alasanku untuk menjadi manusia yang lebih baik, hidup yang lebih baik lagi.

with my Mom, thankful I have mother like you, I love you the most, Mom.
 
with my #R, thanks for make me better and complete me. I love you so much, Dearest.
 
Nah, kembali lagi pada hidup. Pada akhirnya dalam hidup kita harus memilih, ingin menjadi baik atau tidak baik. Ingin menjadi sukses atau yang biasa-biasa saja. Dan kali ini aku telah memilih, aku memilih ingin hidup yang lebih baik. Aku memilih ingin menjadi sukses, karena sukses bagiku bukanlah perkara punya uang banyak atau dikenal oleh orang banyak, tapi sukses bagiku adalah bisa memberi harapan untuk orang lain dan mewujudkan harapan itu.

Bagaimanapun jalan yang udah aku lalui, lika-likunya, susah senangnya, aku percaya Tuhan akan selalu punya rencana yang indah untuk setiap umatnya, untukku. Karena aku percaya, happy ending itu pasti ada. PASTI ADA, AKU YAKIN. AKU YAKIN.

Tidak ada gading yang tak retak, begitu kata pepatah. Dan aku percaya, bahwa tidak semua jalan itu halus, kadang kita harus melewati hal-hal yang mungkin terlihat buruk tetapi aku tau itu cara Tuhan mendewasakan kita, dan memperlihatkan sebuah jalan yang urus dan terang untuk mencapai sebuah kebahagiaan. – Sa

PS : terima kasih yang begitu besar aku panjatkan untuk Bundaku tercinta dan untuk kamu #R , karena kalian begitu berharga untuk aku. Untuk hidupku.


With Love,
Nisa.