About my Blog

But I must explain to you how all this mistaken idea of denouncing pleasure and praising pain was born and I will give you a complete account of the system, and expound the actual teachings of the great explorer of the truth, the master-builder of human happiness. No one rejects, dislikes, or avoids pleasure itself, because it is pleasure, but because those who do not know how to pursue pleasure rationally encounter consequences that are extremely painful. Nor again is there anyone who loves or pursues or desires to obtain pain

Minggu, 09 Oktober 2016

Lantas, Bagaimana Bisa?










Aku masih disini bersama kenangan darimu
Aku masih disini, sayang
Aku tidak pernah benar-benar pergi
Kali ini, aku ingin pergi
Aku ingin lupakanmu
Lupakan segala tentang kita

Aku pergi menyibukkan diri
Aku pergi bersenang-senang sendiri
Aku pergi bersenang-senang bersama teman-temanku
Aku pergi bersenang-senang menghamburkan seluruh uangku
Lalu, kembali aku duduk pada kursi panas milikku
Kembali pada studiku,
Fokus, pikirku.
Ah, lalu bayangmu kembali lagi
Ah, lalu senyummu kembali lagi
Ah, seisi buku dan laptopku,
dikuasai oleh wajahmu.
Sayang, kenapa ka uterus menghantui aku?
Ah, kenapa masih saja kamu kembali dalam pikiranku?
Aku ingin fokus dengan studiku yang sebentar lagi usai,
Semangat darimu, dulu, masih saja menghantuiku
Sayangnya saat ini, begitu menyakitkan
Kini kamu menyemangatinya, sedang bayangmu saja yang menyemangatiku.
Ah, sebegitu kejamnya kah jarak?
Sampai-sampai yang istimewa selalu kalah dengan yang selalu ada.
Disana, disampingmu.
Sedang, aku disini sendiri
Berjuang sendiri menyelesaikan studiku yang masih jenjang pertama
Tanpa kamu.
Yang dulu, selalu memberi semangat untukku.
Dan kali ini,
kamu selalu kembali ke dalam pikiranku,
setiap aku selalu saja sedang duduk di kursi panas milikku.
Terlukis indah raut wajahmu dalam benakku, selalu,
dan selalu.

Lantas, bagaimana bisa aku fokus dengan studiku?
Lantas, bagaimana bisa aku pergi melupakan segalanya?
Segalanya tentang kamu, tentang kita.
Lanta, bagaimana aku bisa pergi jauh,
dari segala impian yang pernah kita buat bersama, sayang?

: tulisan ini ditulis saat sedang runyam mengerjakan tugas disudut kamar, dan ku tuliskan puisi ini untukmu #R. Kalau kamu baca ini, terima kasih masih mengingatku. Jangan lupa bahagia, ya.