Aku masih disini
bersama kenangan darimu
Aku masih disini,
sayang
Aku tidak pernah
benar-benar pergi
Kali ini, aku ingin
pergi
Aku ingin lupakanmu
Lupakan segala tentang
kita
Aku pergi menyibukkan
diri
Aku pergi
bersenang-senang sendiri
Aku pergi
bersenang-senang bersama teman-temanku
Aku pergi
bersenang-senang menghamburkan seluruh uangku
Lalu, kembali aku duduk
pada kursi panas milikku
Kembali pada studiku,
Fokus, pikirku.
Ah, lalu bayangmu
kembali lagi
Ah, lalu senyummu
kembali lagi
Ah, seisi buku dan
laptopku,
dikuasai oleh wajahmu.
Sayang, kenapa ka
uterus menghantui aku?
Ah, kenapa masih saja
kamu kembali dalam pikiranku?
Aku ingin fokus dengan
studiku yang sebentar lagi usai,
Semangat darimu, dulu,
masih saja menghantuiku
Sayangnya saat ini,
begitu menyakitkan
Kini kamu
menyemangatinya, sedang bayangmu saja yang menyemangatiku.
Ah, sebegitu kejamnya
kah jarak?
Sampai-sampai yang
istimewa selalu kalah dengan yang selalu ada.
Disana, disampingmu.
Sedang, aku disini
sendiri
Berjuang sendiri
menyelesaikan studiku yang masih jenjang pertama
Tanpa kamu.
Yang dulu, selalu
memberi semangat untukku.
Dan kali ini,
kamu selalu kembali ke
dalam pikiranku,
setiap aku selalu saja
sedang duduk di kursi panas milikku.
Terlukis indah raut
wajahmu dalam benakku, selalu,
dan selalu.
Lantas, bagaimana bisa
aku fokus dengan studiku?
Lantas, bagaimana bisa
aku pergi melupakan segalanya?
Segalanya tentang kamu,
tentang kita.
Lanta, bagaimana aku
bisa pergi jauh,
dari segala impian yang
pernah kita buat bersama, sayang?
: tulisan ini ditulis
saat sedang runyam mengerjakan tugas disudut kamar, dan ku tuliskan puisi ini
untukmu #R. Kalau kamu baca ini, terima kasih masih mengingatku. Jangan lupa
bahagia, ya.


0 komentar:
Posting Komentar