About my Blog

But I must explain to you how all this mistaken idea of denouncing pleasure and praising pain was born and I will give you a complete account of the system, and expound the actual teachings of the great explorer of the truth, the master-builder of human happiness. No one rejects, dislikes, or avoids pleasure itself, because it is pleasure, but because those who do not know how to pursue pleasure rationally encounter consequences that are extremely painful. Nor again is there anyone who loves or pursues or desires to obtain pain

Rabu, 16 Maret 2016

MENUNGGU…



Menunggu,
adalah hal yang membosankan, bukan?
Ya, begitu kata dari kebanyakan orang di dunia ini
Menunggu, itu tidak mudah,
Begitu kata mereka.
Menunggu, itu tidaklah pasti,
Begitu mereka katakan.
Tapi bagiku,
Sebut masuk diakal atas segala perjuangan dan cinta, kasih sayang serta ketulusan ; MENUNGGU.
Menunggu adalah caraku untuk mencintaimu.
Sederhana, bukan? Tapi tak sesederhana itu.
Sesederhana aku mencintaimu, tapi cintaku sempurna untukmu, sayang.
Dalam ribuan kilo jauhnya jarak, bukankah hati kita selalu dekat? Sangat dekat. Sedekat nadi.
Berdo’a, adalah caraku memelukmu dari kejauhan.
Menunggu…
Aku kan melakukannya setiap hari, hingga kau kembali pulang dalam dekapanku, sayang.
Kamu, adalah tujuanku. Dalam hidup.
Rumah, itu adalah kau dan aku. Karena bersama kamu, segala sesuatunya ada…
Karena kekuatan cinta itu letaknya ada pada hati kita, bukan apa kata orang…


Nisa.

0 komentar:

Posting Komentar