Memandang
aku ke luar ke langit yang luas,
Dingin
malam yang merasuk jiwa,
kupejamkan
mataku..
Dalam
pejaman mata ku melihat seseorang..
Sosok
yang pernah pergi meninggalkan senja..
Dengan
seenaknya dia datang kembali membawa jingga,
Bagaimana
aku bias menghindar?
Seberapa
jauh aku pergi, lalu semua gagal..
Ketika
perasaan ini memang tidak pernah hilang..
Benci
dan rindu saling menyatu,
Bersatu
padu mencabuk hati..
Saling
beradu dalam kalbu..
Dia
datang dan memintaku kembali..
Dia
meminta ku untuk berjanji..
Jangan
ada yang pergi lagi,
Jangan
berdusta..
Yaa,
dia adalah..
Kau..
Seorang
lelaki yang selalu ku sebut namanya dalam do’aku..
Kau..
Sosok
seorang pemimpin yang tangguh,
kau
dengan ribuan mimpimu, bahkan jutaan
Sosok
yang keras kepala..
Selalu
ingin menjadi yang benar..
Yaa,
kamu memang menyebalkan..
Pergi
lalu datang semaumu,
Keras
kepala dan menyebalkan..
Kau yang
selalu membuatku tersenyum,
Tapi kau
juga yang selalu membuatku takut,
Sungguh
sangat ketakutan..
Tapi apa
dayaku,
hati
ini tidak bisa mengingkari..
Hati
ini selalu kau kuasai, sampai aku lupa caranya berkuasa..
Kau
menguasai hatiku dengan warna warna yang kau beri..
Kau
kuasai aku dengan canda tawa yang manis..
Kau benar
menyebalkan..
Tapi,
begitu berarti untukku..
Aku tiada
arti, tiada sempurna..
Mungkin,
tidak bisa seperti apa yang kau pinta..
Kau
dengan ribuan mimpimu, dan aku dengan ribuan mimpiku..
Tapi,
Atas
nama CINTA…
Akan
ku dampingi engkau seperti janjiku malam itu..
Akan
ku dampingi engkau dalam putaran roller
coster kehidupan ini..
Atas
nama CINTA…
Kau
adalah lelaki yang selalu ku sebut
namanya dalam setiap bait do’a yang ku panjatkan..

0 komentar:
Posting Komentar