About my Blog

But I must explain to you how all this mistaken idea of denouncing pleasure and praising pain was born and I will give you a complete account of the system, and expound the actual teachings of the great explorer of the truth, the master-builder of human happiness. No one rejects, dislikes, or avoids pleasure itself, because it is pleasure, but because those who do not know how to pursue pleasure rationally encounter consequences that are extremely painful. Nor again is there anyone who loves or pursues or desires to obtain pain

Sabtu, 04 April 2015

KASIH PUTIH




AKAN SELALU KAMU. (PADA SATU CINTA)
Aku kan berjanji takkan mengulang segala kesalahan,
Aku kan mengabdi pada satu cinta dan itu dirimu… - Glenn Fredly

Hai, kamu. Aku rindu. Rindu padamu, rindu dengan janjimu dulu. Rindu tawamu. Kamu pernah bilang jika kamu tidak akan mengulang kesalahanmu lagi. Kamu tidak akan pergi lagi dari aku. Kamu salah besar, kamu jahat, kamu kembali. Aku tidak apa. Aku tidak marah. Aku memaafkan. Aku selalu cinta, akan selalu cinta. Cinta yang suci. Akan selalu untukmu.
Kini. Aku salah. Hanya kecil kesalahanku, mungkin. Aku minta maaf. Aku minta ampun. Aku ingin menjelaskan. Kamu marah. Kamu tidak suka. Kamu pergi lagi. Kamu tidak mau mendengar. Aku tidak bisu. Kamu tidak tuli. Aku tidak minta apa-apa. Aku hanya minta kamu mendengarkan aku. Itu saja.

FEBRUARI (JANUARI)
Kasihku sampai disini, kisah kita jangan tangisi
Keadaanya bukan karna kita berbeda
Dengarkan, dengarkan lagu,
Lagu ini rintihan hati ini,
Kisah kita berakhir di Januari… - Glenn Fredly

It’s okay, mungkin itu kata Glenn Fredly. JANUARI. Tapi bukan untukku. Bagiku adalah FEBRUARI. Kisah kita berakhir di bulan Februari. Dimana kamu mengakhiri segalanya. Ya. Segala yang sudah terjadi, dan kini kau akhiri dengan cuma-cuma. Kamu pergi. Aku sendiri.
Akankah kamu benar menginginkan aku pergi? Jika iya, baik. Aku pergi. Berat rasanya meninggalkan kamu. Kisah sejatiku. Mungkin benarkan semua harus berakhir sampai disini? Ini bukan salahmu, aku hanya tidak berdaya. Tapi kamu pergi. Ya, kamu pergi. Tidakkah kau menangisi ini? Entah, aku tidak tau. Yang aku tau mungkin hanya aku. Aku yang selalu cinta. Akan selalu cinta.

SEKALI INI SAJA
Tuhan bila masih ku diberi kesempatan
Izinkan aku untuk mencintainya.
Namun bila waktuku telah habis dengannya
Biar cinta hidup sekali ini saja.
Tak sanggup bila harus jujur,
Hidup tanpa hembusan nafasnya… - Glenn Fredly

Tuhan, bila waktu dapat kuputar kembali. Sekali lagi untuk mencintainya. Begitu kata Glenn. Ah, sedih memang. Begitu banyak waktu yang kita lewati. Begitu banyak malam yang kita lalu bersama. Terlalu cepat rasanya. Seperti baru kemarin kita menari dan tertawa bersama. Namun, saat ini, hari ini, detik ini, tidak ada kamu disini, disampingku. Begitu cepat rasanya. Hidup, tanpa kamu. Seandainya saja waktu bisa ku putar kembali. Ataukah memang waktuku telah habis denganmu? Seandainya Tuhan izinkan aku memutar waktu kembali. Tapi tidak, waktu teruslah berjalan ke depan. Tidak bisa diputar kembali.
Setiap sudut kota. Setiap tempat dikota ini. Bahkan dirumahku. Semua adalah bayanganmu. Ya. Sedih memang, hidup hanya dalam baying-bayang. Hidup dalam bayanganmu. Jika waktuku memang telah habis dengan mu, izinkan cinta ini hidup untuk sekali ini saja. Untuk selamanya.

AKHIR CERITA CINTA
Sandiwarakah selama ini? Setelah sekian lama kita tlah bersama
Inikah akhir cerita cinta yang slalu aku banggakan didepan mereka?
Entah dimana ku sembunyakan rasa malu.
Kini harus aku lewati sepi hariku, tanpa dirimu
Biarkan kini ku berdiri, melawan waktu
Tuk melupakanmu, walau pedih hati,
Namun aku bertahan… - Glenn Fredly

Aku tidak tau. Aku tidak mengerti. Cerita cinta kita sejujurnya terlalu indah. Sangat indah. Namun terlalu banyak drama. Drama yang indah, bahkan drama yang menyakitkan. Awal yang indah bersamamu. Hari-hari yang selalu berwarna bersamamu. Indah memang. Mengenalmu adalah sebuah anugerah. Kisah bersamamu adalah sebuah kebangaan tersendiri. Kamu yang telah mengubah hidupku. Kamu yang mengajarkan aku tentang perjuangan. Kamu memperlihatkan aku tentang kerasnya dunia yang sebenarnya. Tapi kamu mengajarkan aku untuk tetap bahagia. Kini semua sirna. Semua telah berakhir. Ya, mungkin benar. Kadang hanya ada satu orang saja yang bisa mengubah hidup kita menjadi lebih baik, maupun menjadi lebih buruk. Cuma ada satu orang, dan itu adalah kamu. Kini aku berjalan sendiri, tanpa kamu lagi. Sepi hariku tanpamu. Namun memang harus ku lewati. Pedih memang. Kini biarkan aku melawan waktu, untuk melupakanmu. Aku berusaha melupakanmu. Walau sebenarnya aku bertahan.

0 komentar:

Posting Komentar