About my Blog

But I must explain to you how all this mistaken idea of denouncing pleasure and praising pain was born and I will give you a complete account of the system, and expound the actual teachings of the great explorer of the truth, the master-builder of human happiness. No one rejects, dislikes, or avoids pleasure itself, because it is pleasure, but because those who do not know how to pursue pleasure rationally encounter consequences that are extremely painful. Nor again is there anyone who loves or pursues or desires to obtain pain

Kamis, 14 Mei 2015

MERLION.




Orang bilang hidup itu untuk sukses, agar kita bahagia. Tapi, apa sukses itu? Apa bahagia itu? 
– Merry Riana.
Orang bilang hidup itu harus bahagia untuk sukses, agar kita dapat menemukan cinta. Tapi, apa bahagia itu? Apa cinta itu? 
– Nisa Chandra.


Aku menyusuri jalan setapak. Ya, aku sendiri. Menuju sebuah tempat yang ramai. Tidak, aku tidak sendiri. Aku hanya merasa sendiri. Tapi, tidak. Allah always on side me, ya I trust it


Banyak orang bilang, kalau kita menghadapi masalah itu hadapi jangan lari. Karena kalau kita lari, masalah tidak akan pernah selesai. Memudar sih, tapi tidak akan pernah selesai. Tapi untuk kali ini aku tidak peduli. Aku hanya ingin menjauh dari Yogyakarta untuk beberapa waktu. Aku kabur. Aku pergi untuk study. Ya, tapi itu adalah satu-satunya cara ku untuk kabur kesekian kalinya, pada 2015 tahun ini. Kabur dari kota istimewaku, dari  Raja Yang Mulia, dan kamu Pangeran Terindah. Aku tidak peduli. Aku harus pergi. Jauh dari kalian!


Aku berjalan sendiri menyusuri jalan dari Marina Bay Sands menuju Merlion. Menikmati sore, menikmati suasana hari menuju matahari mulai terbenam. Lampu-lampu mulai bernyala-an. Sungai Singapore yang terlihat semakinmmalam semakin indah. Ya, sangat indah. Hari semakin malam, semua semakin terlihat indah. Menatap gedung Marina Bay Sands dari Merlion, menghadap Singapore Flyer yang menyala-nyala yang terlihat berputar perlahan dari sini. Menikmati suasana malamnya.
Sebenarnya tempat ini romantis, sebenarnya tempat ini sangat indah. Sayangnya, aku berjalan hanya sendiri saja. Tapi tidak apa. Aku bahagia disini!  Pikirku. 




Ya, aku bahagia disini. Melepas penat, melepas segala beban. Tanpa Yang Mulia, tanpa Kamu. Lupakan segalanya. Lupakan kamu, Pngeran. Menghindari sang Raja. Menghilang sejenak dari kotaku yang Istimewa. Hilang sudah penatku disini. Tanpa gadget, sehingga tidak ada yang bisa menghubungi aku. Menyenangkan sesungguhnya. Tapi tidak lengkap memang rasanya hanya sendiri saja ditempat seindah ini. Berdiri sendiri, menikmati keindahan sendiri pula. 

Someday, in here I will stay. I will stay here, but not alone. Here I stay with someone but who I don’t know. 

Suatu hari, kalau aku menghilang. Kalau kamu kamu kamu atau siapa, tidak tau aku berada dimana. Kalau kamu kamu kamu atau siapapun mencari aku, yakinlah aku berada disini. Di tempat romantis dan indah ini. MERLION. Yakinlah aku berada disini. Kalau nanti siapapun berpisah denganku, kita akan ketemu disini. Kalau kamu kamu kamu atau entah siapapun tidak menemukan aku dimanapun, itu berarti aku sedang berada di tempat ini. Kalau kamu kamu kamu atau entah siapapun mencariku dan tidak menemukan aku, yakinlah aku berada disini. Ditempat ini. MERLION. Ingatlah bahwa ketika aku sedang bersedih aku akan selalu pergi dan kabur ke MERLION. Karena disana aku melepaskan segala beban dan penatku. Ingatlah bahwa ketika aku sedang bahagia pula, aku akan pergi ke MERLION untuk sekedar bersyukur menikmati suasana dunia menatap Sungai Singapura dan menatap langit disana. Melihat lampu-lampu warna-warni yang menyala. Ya, karena aku menyukai tempat yang banyak lampunya. Ingatlah bahwa akan ku temukan kebahagiaan, kesuksesan, dan cinta. Entah kapan, dimana, dan siapa. Tapi, tempat ini akan selalu menjadi tempat dimana aku menemukan sesuatunya. Itu sebabnya, jika aku menghilang tak dapat dicari berarti aku sedang berada ditempat ini.



Nisa Chandra
(Anisah Darumeutia)
 

0 komentar:

Posting Komentar