Catatan ini aku persembahkan untuk sahabatku, Monik. Happy
Anniversery 5th Persahabatn Kita yaa…
Hai, namaku Anisah Darumeutia. Artinya wanita mulia
yang taat dan beruntung. Ya, aku sangat beruntung mempunyai Ayah dan Ibu yang
sangat menyayangiku bagaimanapun caranya, mempunyai adik-adik yang selalu
perhatian denganku, mempunyai teman-teman yang selalu peduli denganku,
mempunyai sahabat-sahabat yang udah kayak keluarga sendiri seperti (sebut saja)
Pandawa 7 (karena terdiri dari 7 orang dan 7 karakter yang berbeda), dan
pastinya sangat beruntung pula aku mempunyai sahabat seperti Monik.
Skolastika Listya Monika. Dia adalah sahabatku dari kelas 1 SMA. Kami saling
kenal sejak masih menjadi siswa baru. Kami tidak pernah sekelas, tapi kami
selalu dekat. Sejak itu kami bersahabat.
Monik, orangnya lucu, dia gendut, putih dan baik
hati. Dulu aku selalu panggil dia beruang kutub. Walaupun kadang suka emosian,
suka keras kepala dan mau menang sendiri, tapi dia tetep sahabat aku. Banyak
banget hal-hal yang udah kita lewatin bareng selama sekolah. Kalo aku lagi
sedih dan lagi banyak masalah, Monik selalu ada buat aku. Selalu dengerin
cerita aku dan ngga pernah bosen. Sebaliknya juga begitu. Dari yang sama-sama
kenal yang namanya jatuh cinta, marahan karna hal-hal kecil, cemburu, konyol,
gila, ngga punya malu, semuanya kita lakuin bareng-bareng.
Sebut saja kenangan tempo dulu…
Waktu kelas 1 SMA, aku berada di kelas 10A dan Monik
berada dikelas 10B, tapi kita ngga pernah absen sama yang namanya ketemu,
cerita dan main walaupun Cuma sekedar makan atau ke mall. Bahkan waktu itu
pernah ditilang polisi karena kita salah jalan, it’s okay but no problem karena itu kita masih belum punya SIM dan
udah berani turun ke jalan. Malu-maluin dan konyol? Banget. Tapi itu lucu,
pengalaman yang nggak bakal terlupakan banget. Kita lewatin hari sama-sama.
Berantem? Sering. Tapi selalu ada kata maaf dan memaafkan setiap kita berantem.
Waktu kelas 2 SMA pun, kita ngga sekelas. Kita
sama-sama kelas IPS memang, tapi aku kelas 11IPS2 dan Monik kelas 11IPS1. Tapi
kita masih selalu sering main bareng. Curhat bareng, dari hal-hal yang sedih
banget sampe yang seneng banget semua-semuanya diceritain. Apapun itu. Sedekat
itu, dan ngga terkecuali kita perna juga berantem. Tepatnya berantem lebih
besar dan aku lupa tepat masalahnya karena apa. Hampir sebukan lebih ada kali
ya kita berantem. Dan akhirnya kita bisa baikan lagi karena saat itu aku yang
berusaha buat minta maaf walapun aku ngga tau saat itu siapa yang salah, aku
lupa. Aku sengaja menitipkan kado untuknya. Bukan, bukan untuk apa-apa, tapi
hanya saja aku ingin meminta maaf. Aku ngga mau ada permusuhan dianta aku dan
Monik. Karena aku sadar, dia adalah sahabatku. Akhirnya kita baikan. Setiap
istirahat sekolah pum aku selalu main sama dia, kadang juga aku suka main ke
kelasnya. Sampe akhirnya kita harus naik ke kelas 3 SMA.
![]() |
| I miss that moment ngejar promo minuman di Calais |
And finally, kelas 3 SMA guruku memang paling mengerti. Aku pun
disatukan dengan Monik di dalam satu kelas yang sama. Kelas 12IPS1, kelas
pecahan yang di acak lagi dan pada akhirnya aku disatukan dengan Monik. Sejak
kelas 3 SMA aku disatukan dengan sahabat-sahabat dan teman-teman aku yang
menyenangkan. Teman dan sahabat yang justru peduli walau kalo jaman SMA sebut
saja berbeda kubu tapi pada akhirnya kelas kita tetap bisa bersatu. Bahkan satu
kelas justru udah seperti saudara sendiri. Aku dan monik sudah sangat dekat,
bahkan kita sudah saling sama-sama tau baik buruk dari diri kita masing-masing.
Banyak perbedaan memang diantara kita, tapi itulah yang membuat kita bisa
menjadi sahabat. Saling melengkapi. Sama-sama keras kepala memang, tapi setelah
kita sama-sama tau karakter kita satu sama lain, kita selalu saling mencoba
memahami. Masih sering berantem? Masih. Tapi selalu ada jalan untuk kata maaf.
Menurutku kelas 3 SMA adalah masa yang paling indah. Dimana bisa merasa jadi
anak paling keren itu adalah waktu kelas 3 SMA. Aku dan Monik selalu meluangkan
waktu untuk bermain entah dirumahnya, atau dirumahku. Entah dari yang main,
nognkrong bareng malem-malem di Raminten deket rumahnya Monik. Dari hal-hal
konyol sampe malu-maluin pun kita jalanin sama-sama. Sama-sama support prestasi dan saling meyakini
kalau kita bisa dalam pelajaran, itu asik banget by the way ternyata. Banyak banget hal yang udah aku laluin sama
Monik. Dari yang sama-sama ngerasain yang namanya jatuh cinta pada pandangan
pertama, kenal yang namanya cinta, kalo aku lagi seneng, Monik pasti lagi
galau. Sebaliknya begitu. Mungkin itu sebabnya agar kita saling menghibur saat
yang satu sedih maka satunya menghibur. Bahkan kita pernah sama-sama patah
hati. Lucu memang, sama-sama galau dan ngga tau siapa yang ngehibur kita. Main
ke mall, timezone, atlantis, makan sepuasnya, makan bakso, kantin waktu ada
kelas, bolos di UKS, apalagi? Kalau lagi sama-sama galau semua bisa dilakuin cuma
buat menghibur diri. Lupa lagi diet? Lupa lagi ninggiin badan? Iya, itu KITA.
Aku dan Monik.
Satu per satu memori terekam, di dalam arti semangat
yang tak pernah padam…
Waktu itu, menjelang ujian nasional. Saat itu ujian
praktik, pelajaran bahasa jawa. Para murid menunggu panggilan giliran di depan
kelas untuk menunggu giliran ujian praktik. Bagaimana bisa aku nangis didepan
kelas hanya karena aku ngga bisa baca aksara jawa. Hahaha, lucu memang kalau di
ingat. Berkali-kali ujian di depan Bu Febi dan selalu gagal. Akhirnya aku
disuruh belajar dulu diluar kelas sama Bu Febi saat itu. Saat itu pula ada dua
sahabat aku yang bantuin aku buat belajar baca aksara pelan-pelan. Yoga dan
Monik, mereka bantuin aku buat belajar baca aksara jawa dengan benar dan
pelan-pelan. Mereka bilang sama aku kalau aku bisa. Pasti bisa. Kadang kalau
diingat-ingat lucu juga ya. Please,
ini ujian dan kenapa aku nangis? Konyol banget kalo dipikir. Tapi akhirnya aku
bisa lolos dari Bu Febi berkan Monik dan Yoga. Kedua sahabatku. Terima kasih..
It’s not the end, it's just the beginning…
Finally, hari kelulusan tiba. Kita semua lulus 100%. Dimana
hari wisuda tiba. Kata orang, dimana ada pertemuan pasti ada perpisahan. Aku
ngga suka perpisahan. Aku ngga mau pisah sama temen-temen aku. Nggak mau pisah
sama sahabat-sahabat aku. They are my
comfort zone!! Nggak. Aku nggak mau pisah. Nggak mau semua berakhir.
Kuliah? Kerja? Ah, tidak. Apa aku bakalan nemuin temen atau sahabat seperti
mereka? Pasti orang-orang diluar lebih mengerikan. Pasti dunia luar lebih kejam
dari pada hukuman dari guru BK. Namun semua harus tetap berjalan, ini bukan
menjadi akhir. Tapi ini adalah sebuah awal untuk kita semua menyambut masa
depan. Untuk memulai menyambut mimpi-mimpi kita yang udah pernah kita buat
waktu SMA. Kita semua punya mimpi. Dan ini adalah saatnya kita memijakkan kaki
ke dunia yang baru. Mulai dewasa, saatnya aku dan sahabat-sahabatku memulai
hidup yang baru pula. Butuh perjuangan memang untuk penyesuaian ke dunia yang
baru. Dikira gampang? NGGAK sama sekali. Yang biasanya kemana-mana ada
temen-temen aku, sahabat aku, ada Monik. Sekarang enggak. Kemana-mana ya
sendiri. Kerasa banget sendirinya. Semua udah pada sibuk masing-masing.
Hari itu belum belum waktunya ospek dan masih bulan
puasa. Kurang lebih dua hari sebelum puasa, Monik main kerumahku. Saat itu
rambutku panjang, asik kali ya sore-sore didepan rumah foto-foto. Setelah
foto-foto ngga jelas aku bertanya sama Monik, “Mon kalau rambut aku pendek
bagus ngga?” sambil memasukan rambutku ke dalam baju. Monik bilang, “bagus kok,
kamu keliatan gemukan jadi imut.” Akhirnya aku memutuskan untuk potong rambut
hari itu juga diantar oleh Monik. And say
hallo for my new hair cut, oke rambutku akhirnya pendek sebahu dan kita
mulai lagi buat foto-foto. Betapa konyolnya potong rambut Cuma buat selfie bareng sama Monik. Dan setelah
itu, akan benar-benar tiba dimana hari OSPEK dimulai. Selamat datang hari dan
hidup yang baru…
SMA, Senior High School Never Ending Story…
Saat suka duka bersama, berpacu dalam prestasi
bersama… finally now, it's our time to make a history. That was the moment a part of sweet memory. Lembaran
kertas baru pun terbuka…
Selamat menjadi mahasiswa, dimana segala sesuatunya
harus dilakukan sendiri. Awal kuliah aku memang masih bisa sering bertemu
dengan Monik. Pergi ke café, makan diluar, pergi cari minuman bubble, main. Tapi sejak aku mulai
mengenal duniaku yang baru kita memang jarang bertemu lagi. Aku sibuk dengan
segala rutinitasku dikampus, tugas yang numpuk. Duniaku memang sudah berubah.
Dari senin sampai minggu sampai senin lagi, nggak pernah dirumah. Duniaku hanya
dikampus. Rumah hanya seperti apartemen yang cuma buat numpang tidur mndi dan
makan. Aku ngga punya waktu buat main, ngga ada waktu buat orang-orang
tersayang, keluarga, sahabat, lagi pula mereka sibuk juga pikirku. So, it’s
okay dong kalo aku sibuk juga. Dari pada aku ngerasa sendiri, pacar ngga
punya, temen-temen aku udah punya kesibukan sendiri, sahabat-sahabat SMA sudah
berbeda waktunya, kalo mau janjian sama Monik harus punya waktu yang sinkron.
Bahkan kita pernah menyesuaikan jadwal kuliah. Tapi sama saja pada akhirnya
kesibukanku makin bertambah. Pagi sampai malam, begitu seterusnya. Sampai
akhirnya Monik benar-benar kesal denganku yang selalu sibuk. Dan aku selalu
minta maaf dan mencoba meluangkan waktu untuk hanya sekedar main dan makan. Ya,
begitulah hidupku. Aku sibuk bukan perkara inginku, hanya saja aku mencari
keramaian, banyak teman dan mencari pelarian dari rumah. Tapi tidak satu orang
pun yang memahami itu. Mereka hanya tau bahwa aku egois mengikuti keinginan
diri sendiri untuk menjadi orang paling sibuk saat itu. Sampai pada akhirnya
kesibukanku pelan-pelan berkurang dan akhirnya jadwalku tidak sepadat dulu. Aku
punya waktu untuk hanya sekedar nonton film, makan, main sama Monik. Hingga
tiba akhir tahun, dimana itu adalah akhir dari semua pekerjaanku tahun itu yang
akan lengser dan regenerasi. Dan tiba pula dimana nyawa yang jadi taruhannya.
Aku sudah pernah bilang pada Monik, bahwa
kesibukanku akan selesai setelah bulan Desember. Setelah itu kita bisa main
lagi, bisa nongkrong cantik lagi, bisa hunting café lagi, atau apapun itu. Hanya
saja sampai akhir Desember aku memang tidak ada waktu. Tapi semua salah, aku
terlambat. Karena sebelum datang bulan Januari, sebuah accident mengerikan itu pun terjadi. Dan sejak itu duniaku berubah.
Gelap. Gelap sebelum pada akhirnya aku harus bangkit lagi di tengah kehancuran.
Dan membuka lembaran baru
untuk hidupku.
![]() |
| I miss that crazy time |
Secercah surat untuk Monik, sahabatku…
Hai, Mon.. Mungkin ini alay, mungkin ini aneh. But I miss
you, I miss our silly conversation. Aku ngga tau apa yang udah terjadi. Aku ngga
tau apa yang salah, siapa yang salah. Aku ngga bisa apa-apa, aku ngga tau harus
gimana. Aku ngga akan marah. Aku ngga pernah marah, aku cuma kangen aja. Dan sekarang
emang bener-bener ngga tau harus gimana. Biarin aku cerita, Mon. Betapa
hancurnya saat itu, saat aku berada pada titik terendah dan saat itu juga aku
ngga pernah lagi tau kabarmu bahkan kamu benar-benar menghilang. Betapa hancurnya
saat itu seorang pacar dan seorang sahabat pun pergi gitu aja. Sedangkan ngga
ada penjelasan apapun dari keduanya. Oke aku rela kehilangan pacar karna
mungkin dia memang bukan yang terbaik buat aku dan aku yakin aku akan dapat
pria yang lebih baik lagi. Tapi sahabat? Aku ngga akan pernah rela kalo harus
kehilangan sahabat aku sendiri. Sahabat yang udah terjalin 5 tahun lamanya. Bolehlah
ada mantan pacar, boleh punya mantan yang banyak sekalipun atau gimanapun, ngga
peduli. Tapi enggak buat yang namanya sahabat! Nggak ada yang namanya mantan
sahabat. Aku nggak mau. Kamu akan tetap jadi sahabat aku, dulu, sekarang,
besok, dan selamanya.
Aku udah tau semua tentang kamu,
itu sebabnya kali ini aku ngga ngejar kamu ketika kamu lost contact sama aku. Bukan,
bukan karena aku ngga peduli. Tapi karena aku pengen kamu dewasa dan belajar
mandiri. Aku pengen kamu bisa ngertiin orang lain. Karena pada akhirnya kita
nantinya akan berada pada hidup kita masing-masing. Pekerjaan, rumah tangga,
atau apapun itu nantinya. At least ketika kita ketemu kita masih bisa
cerita-cerita banyak sampe ke akar, ketawa bareng, bercanda bareng. Mungkin sejak
kuliah aku memang ngga pernah ada waktu, aku tau mungkin kamu tau alasan aku
menyibukan diri, tapi aku selalu berusaha buat ngeluangin waktu walaupun itu cuma
sebentar. Aku selalu ngijinin kamu curhat sama aku ditengah kesibukan aku. Walaupun
aku bales chat selalu lama tapi aku selalu dengerin cerita kamu. Saat ulang
tahunmu, aku memang tidak bisa seperti tahun-tahun sebelumnya yang selalu datang
kerumahmu bawa kue, bawa kado or something like that. Aku ngga bisa apa-apa
saat itu. Aku ngga bisa jalan, aku ngga bisa kemana-mana. Selebihnya aku udah
ngga boleh lagi bawa kendaraan sendiri. Kamu boleh marah, kamu boleh caci. Tapi
pada kenyataannya memang begitu.
Mon, seharusnya sekarang udah 5
tahun kita sahabatan. Seharusnya ini semua dirayakan sesuai permintaanmu dulu. Kamu
inget ngga, pernah bilang sama aku “besok kalo kita udah 5 tahun sahabatan
harus di raya-in yaa..” kamu inget ngga kita pernah sama-sama berkhayal
bagaimana 10 tahun kedepan ketika kita udah sama-sama berkeluarga, punya anak,
punya suami atau apalah itu sebagainya terus kita reunian. Itu khayalan kita
dulu. Lucu banget kalo diinget, kita masih umur belasan dan kita udah mikirin
10 tahun ke depan. Mon, apapun kesalahanku, aku minta maaf. Cukup sekali aja
aku minta maaf.
Kadang sahabatan itu bukan harus
selalu ketemu, tapi saling mengerti. Dan ketika sekalinya ketemu, disitulah
saatnya quality time yang bener-bener berkualitas banget. Disitulah saatnya
ketika sekalinya ketemu kita harus happy bareng dan gila-gilaan bareng. Bukan cari
apa salah kita. Bukan cari masalah. Tapi saling mengerti, sama kan kayak
hubungan? Sama kayak hubungan orang yang lagi LDR kan? Satu aja Mon aku minta,
tetaplah jadi sahabat ku, jadi beruang kutub ku, dan jadilah dewasa. Someday
kalau khayalan kita yang 10 tahun ke depan itu udah bener jadi nyata, aku harap
kita masih bisa sama-sama kayak dulu. Bercanda bareng, quality time bareng,
ajak keluarga kita masing-masing. Pasti lucu deh. Oke, mungkin ini aja yang bisa aku sampein. Ngga ngerti lagi mau ngomong
apa. Udah kehabisan kata-kata. But, previously,
happy anniversary 5th friendship. Semoga persahabatan kita bisa
sampe seterusnya. Apapun perbedaan kita. Kamu tetep sahabat aku. Titik.
Regards,
Icha.
![]() |
| I Miss Our Silly Conversation |









0 komentar:
Posting Komentar